Kurikulum
Ringkasan Kurikulum Terkini
Kurikulum Merdeka (Pembelajaran Berbasis Capaian)
Kurikulum Merdeka dirancang untuk memberi fleksibilitas lebih besar dalam pembelajaran dengan fokus pada Capaian Pembelajaran (CP) sebagai target kompetensi pada fase tertentu. Kurikulum ini mendorong pembelajaran yang lebih bermakna melalui penyederhanaan konten, diferensiasi sesuai kebutuhan peserta didik, serta penguatan karakter melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), termasuk implementasinya di Indonesia.
Gambaran Umum
Kurikulum Merdeka hadir untuk memperkuat kualitas pembelajaran agar lebih relevan, adaptif, dan berpusat pada peserta didik. Berbeda dari pendekatan yang sangat berorientasi pada ketuntasan materi, kurikulum ini menekankan pendalaman konsep-konsep esensial dan memberi ruang bagi sekolah serta guru untuk menyesuaikan strategi mengajar dengan konteks kelas.
Salah satu ciri utama Kurikulum Merdeka adalah penggunaan fase pembelajaran dan CP (Capaian Pembelajaran) sebagai acuan kemampuan yang ditargetkan. Pembelajaran juga didukung oleh asesmen yang berfungsi untuk memetakan kebutuhan belajar peserta didik dan membantu perbaikan proses belajar secara berkelanjutan.
Inti Kurikulum Merdeka: fokus pada capaian pembelajaran, pembelajaran yang fleksibel dan terdiferensiasi, serta penguatan karakter melalui projek P5.
Ciri Khas Kurikulum Merdeka
- Fleksibel: memberi ruang penyesuaian strategi belajar di tingkat sekolah dan kelas.
- Berbasis CP: capaian pembelajaran per fase menjadi rujukan utama.
- Diferensiasi: pembelajaran menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan siswa.
- Penguatan karakter: P5 sebagai sarana pembelajaran melalui projek nyata.
Catatan kesinambungan: Kurikulum Merdeka dapat dipahami sebagai penguatan dari arah reformasi pembelajaran sebelumnya, dengan penekanan pada pendalaman konsep, fleksibilitas, dan pembelajaran yang lebih kontekstual.